Cari Apa Aja Di Sini

Google

Kamis, 10 Mei 2012

The Avengers

Jadi seorang pegawai OJT (On Job Training) yang mentornya orang sibuk itu susah ya. Dateng pagi-pagi, tapi si bapak udah rapat entah ke mana. Baliknya juga entah kapan. Yah derita anak bawang begini dah.

Browsing dari pagi (gue masuk jam 8) berbuah hasil gue blogwalking ke mana-mana. Otomatis gue inget sama blog tua gue ini. Daripada kerjaan gue makin ngawur, mending gue nulis aja di sini kali ya.

Yak!! Pembahasan pagi ini adalah film The Avengers yang masih anget-anget tahi ayam. Gue nonton hari Sabtu kemarin. Gue terpaksa nonton di Kelapa Gading gara-gara di bioskop deket rumah gue udah penuh semua sampe malem, dan info itu gue dapet tengah hari bolong. Gila kan tuh?

Sekedar catatan, mungkin gue bikin review ini sangat subjektif dan mengandung spoiler. So, bacalah dengan bijak.

Waktu awal gue tau The Avengers mau dibuat gue sangat excited. Gila aja satu film tapi banyak super hero-nya. Tapi seiring waktu ekspektasi gue menurun gara-gara film Thor yang menururt gue sangat biasa banget dan Hulk agak lebay karena harus dibuat dua kali. Akhirnya, ekspektasi gue filmnya cuma akan seperti Iron Man. Tapi.....

Cerita
Dengan ekspektasi gue yg rendah, gue pikir ini cuma akan jadi film super hero biasa dimana good vs evil dan akhirnya jagoan akan menang. Tapi ada bagian yang menururt gue cukup dalam. Yaitu pas diceritain bahwa mereka connected each other. Sangat wajar, nggak dibuat-buat. Itu nilai plus di film ini dan itu sangat membayar ekspektasi gue yang cukup rendah tadi. Gue pikir mereka dipanggil tanpa ada alasan jelas. Cuma gara-gara ada ancaman yang bisa merusak jalan hidup masyarakat banyak doang. Kekurangannya adalah saat Hulk bisa mengendalikan diri (sorry spoiler). Tanpa alasan jelas ujug-ujug Bruce Banner bisa ngendaliin emosinya gitu. Gue pikir saat Hulk ngamuk di pesawat itu jadi titik balik dimana dia jadi bisa ngendaliin kekuatannya. Ternyata enggak. Hal itu sangat mengganggu gue. Sama "sehat"nya Hawkeye kaya terlalu gampang gitu. Tapi yg terakhir nggak terlalu ganggu sih. Jadi dari segi cerita, gue kasih nilai 7,7.

Visual Efek & Sinematografi
Visual efek dan pengambilan gambarnya gue suka banget. Salah satu contohnya adalah ada kamera ditaro di dalem taxi & taxi itu kebalik karena ledakan. Itu kerasa banget impact-nya. Satu lagi yang gue suka banget adalah design pesawat induknya. Dan tentunya efek-efek komputer canggih Tony Stark. Sebelum gue mati gue harus punya komputer kaya gitu. Hehehehe.. Jadi dari segi efek visual dan sinematografi, gue kasih nilai 8.

Acting
Acting aktor-aktornya bagus. Karakter-karakternya nggak ada yang melenceng dari karakter di film utamanya. Stark dengan gaya tengilnya, Capt. America masih nurut-nurut aja (bawaan militer kali ya?), Bruce Banner yang tampil kalem karena takut ngamuk-ngamuk. Tapi menurut gue semuanya biasa aja. Nggak ada yg terlalu spesial. Paling spesial menurut gw si Scar Jo yang bisa banget manfaatin momen buat ngorek informasi. Karena rata-rata, maka gua kasih nilai 7,5 aja.

Overall
Oke secara overall gw bilang film ini sedikit diatas film Iron Man dan jauh diatas film Thor ato Hulk. Pas dengan ekspektasi gue yang nggak terlalu tinggi juga. Actionnya mantab walaupun nggak menegangkan. Pengambilan gambarny bagus & ga bikin pusing walupun buanyak banget tokoh yang berantem dalam satu scene. Cerita standar super heroes. Jadi secara Overall film ini gue kasih nilai 8. Sangat layak ditonton, tapi cukup sekali aja. Tips sebelum nonton film ini adalah, jangan ngarep berlebihan ya :D